Daftar 50 Wanita Terkaya Dunia 2025, Ada 2 Nama dari Indonesia - Kompas Money
KOMPAS.com – Forbes merilis daftar global berisi 50 wanita terkaya dunia yang membangun kekayaannya sendiri. Total kekayaan mereka mencapai 276 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.609 triliun (asumsi kurs Rp 16.703 per dollar AS).
Dilansir dari Forbes, Minggu (28/9/2025), meski jumlah itu 10 miliar dollar AS lebih rendah dibanding puncaknya pada 2021, nilainya masih lebih tinggi 158 miliar dollar AS dari 2017.
Menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM), kini ada 658 juta wanita pendiri usaha di seluruh dunia, dibandingkan 772 juta laki-laki.
Hampir dua pertiga perempuan berada di tahap awal wirausaha, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang kurang dari separuhnya.
“Women’s entrepreneurship adalah solusi utama untuk mengatasi defisit kesehatan maupun pendidikan,” kata Amanda Elam, penulis laporan GEM terbaru.
Rafaela Aponte-Diamant dari Swiss menduduki posisi pertama wanita terkaya dunia 2025 dengan kekayaan 38,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 647 triliun.
Bersama suaminya, Gianluigi Aponte, ia mendirikan Mediterranean Shipping Company (MSC), perusahaan pelayaran terbesar dunia dengan 136.000 karyawan, 900 kapal, dan 675 kantor.
Di urutan kedua wanita terkaya dunia 2025 adalah Diane Hendricks dari Amerika Serikat (AS) dengan kekayaan 22,3 miliar dollar AS atau Rp 372,3 triliun. Ia adalah pendiri ABC Supply, distributor besar bahan bangunan.
China juga menempatkan tokoh penting, seperti Zhong Huijuan dengan kekayaan 15,6 miliar dollar AS (Rp 260,5 triliun) lewat Hansoh Pharmaceuticals.
Kemudian ada Zhou Qunfei dengan kekayaan 10 miliar dollar AS (Rp 167,0 triliun) dari Lens Technology, produsen layar sentuh untuk Apple hingga Tesla.
Indonesia diwakili Marina Budiman (63), pendiri pusat data, dan Dewi Kam (74) dari sektor batu bara. Keduanya berada di posisi ke-16 dengan kekayaan masing-masing 4,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 80,2 triliun.
Forbes Marina Budiman, wanita terkaya di Indonesia versi Forbes periode akhir Maret 2025. Marina adalah pengusaha teknologi yang mendirikan perusahaan pusat data DCI Indonesia.
Selain Indonesia, daftar ini juga memuat Melanie Perkins (Australia), pendiri Canva, yang menjadi anggota termuda di usia 38 tahun. Dari Rusia, ada Tatyana Kim (49), pendiri e-commerce terbesar di negaranya, Wildberries.
Sebanyak 14 perempuan terkaya dunia berasal dari sektor teknologi. Salah satunya Zhou Qunfei dengan nilai 10 miliar dollar AS atau Rp 167 triliun.
Setelah teknologi, sektor ritel menjadi jalur berikutnya dengan lima nama, termasuk dua pendiri Shein asal China.
Secara regional, Asia Pasifik menyumbang hampir setengah daftar ini dengan 24 nama, disusul Amerika Utara (20) dan Eropa (6).


